Menanti hasil ujian nasional memang cukup membuat gelisah karena menyangkut nasib kita dimasa yang akan datang, dan hasil pembelajaran yang telah kita lakukan selama 3 tahun di tingkat SMA. Walupun saya yakin bisa lulus ujian nasional namun tetap saja saya gelisah menanti hasil tersebut diumumkan, dan hal yang telintas di benak saya adalah berapa nilai yang akan saya dapatkan. Mulai beberapa bulan yang lalu saya memang tidak melakukan persiapan yang begitu berarti karena saya lebih focus untuk mempersiapkan Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada yang akan diadakan pada tanggal 13 April 2008, tepat satu minggu sebelum ujian nasional. Seperti yang telah saya tulis sebelumnya bahwa saya lolos ujian masuk tersebut, sehingga saya merubah target hasil ujian nasional tersebut menjadi menjadi sekadar lulus.
Saya memang lebih concern kepada jangka menengah dan panjang, bukan apa yang kita hadapi saat ini karena hidup menurut saya adalah sebuah pilihan dan hubungan sebab-akibat. Sehingga saya yang di SMA biasa menempati 5 terbawah cukup bangga, karena saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga di dalamnya. Dalam langkah saya yang terkesan santai, dan mungkin under-estimated tapi saya tetap focus dengan memikirkan kemungkinan jalan ke depan, dan segera mempersiapkan 1-5 langkah kedepan.
Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada orang tua, kakak, saudara, guru, serta teman-teman yang telah memberikan arahan, semangat, dan juga “tempat sampahku” yang sangat berarti selama ini. Untuk pengurus Neutron Magelang, Pak Angko, Mas Budi, Mbak Retno, dan Mbak Utami yang selalu saya repotkan dengan masalah administrasi, saya ucapkan terima kasih. Untuk Pak Danang Neutron yang telah memberikan bimbingan istimewanya dan banyak hal lain yang sangat berarti waktu menjalani UM UGM. Untuk Pak Subiyanto, maaf kalau saya sering mengolok-olok, sebenarnya saya tidak bermaksuk untuk melakukan itu semua, tapi terima kasih atas semangat, dan nasihat yang diberikan selama ini.
Khusus untuk anak-anak XII IS 3 SMA Negeri 1 Magelang, terima kasih untuk segalanya, dan maaf atas semua hal yang telah saya perbuat selama ini, walupun tidak secara langsung.









“Saya memang lebih concern kepada jangka menengah dan panjang, bukan apa yang kita hadapi saat ini karena hidup menurut saya adalah sebuah pilihan dan hubungan sebab-akibat.”
wah, kalau dipikir2 lagi kita pun nggak akan bisa menepati target jangka menengah dan jangka panjang kalau tidak memikirkan apa yang akan kita lakukan saat ini…
bukannya orang bilang, “live now, dream tomorrow?”
hehehe…=p
Oleh: madreamer on 13 Juli 2008
at 07:07