Oleh: indramgl | 17 Mei 2008

Lembaga Bimbingan Belajar, betulkah?

Setelah mengikuti lembaga bimbingan belajar selama kurang lebih 1 tahun, saya menyadari betapa borosnya saya dengan menghambur-hamburkan uang saya yang hampir mencapai 2 juta rupiah untuk mengikuti lembaga bimbingan belajar, namun apa yang saya dapatkan. Tidak begitu banyak, lembaga bimbingan belajar yang saya ikuti pernah beberapa kali membuat saya kecewa karena trik mereka yang menyebarkan isu tentang berbagai macam hal yang terkait dengan UN, UM UMG, dan SPMB. Pernah mereka mengatakan bahwa rata-rata UN untuk tahun ini dinaikkan mencapai angka 6 rata-rata tanpa mengatakan syarat atau kondisi yang belaku untuk nilai rata-rata tersebut, sehingga banyak yang secara otomatis akan takut, dan mengikuti lembijar tersebut. Selain itu pernah dikatakan bahwa UGM tidak akan membuka pendaftaran lewat jalur SPMB, namun ternyata tetap saja ada pendaftaran lewat SPMB meskipun persentase kelulusannya menjadi berkurang.

Seperti kita ketahui bahwa lembaga bimbingan belajar itu adalah sebuah perusahaan yang nota bene akan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, dan oleh karena itu apakah pantas sebuah lembaga bimbingan belajar tadi itu menyebut diri mereka dengan lembaga bimbingan belajar yang seharusnya membimbing anak didiknya menuju sukses, bukan untuk menakut-nakuti, dan berbagai isu lainnya yang akan menambah keuntungan mereka. Saya menilai dan pernah mengalami—walaupun saya tidak mendapatkan—pihak bimbingan belajar akan memberika kunci jawaban baik itu Ujian Nasional, UM UGM, dan atau event yang lainnya kepada beberapa muridnya, hal ini tentunya untuk mendongkrak nilai, dan tingkat kemungkinan lulus suatu siswa, yang secara otomatis akan membawa nama baik lembijar tersebut. Saya rasa mereka tidak pantas disebut sebagai lembaga bimbingan belajar, walaupun memang saya akui didalamnya terdapat beberapa tenaga pendidik yang saya rasa memang profesional jika dibandingkan dengan tenaga didik di sekolahan yang rata-rata “asal-asalan”.


Tanggapan

  1. wahh…memang ada betulnya juga. Tetapi masih ada juga kok bimbingan belajar yang memberikan servis dan layanan yang baik dan transparan dalam mendidik. Mungkin jangan di generalkan antara satu bimbel dengan bimbel yang lain. Hanya kasuistis.

    Iya, memang seperti itu pandangan dari orang di dalam bimbel itu sendiri, namun kalau kita melihat sebagai orang diluar bimbel kita akan mengetahui seperti apa sih bimbel itu, dan satu hal yang ingin saya garis bawahi bahwa saya menulis ini untuk BIMBEL di Kota Magelang, bukan dikota yang lainnya.

  2. mungkin pengalaman anda itu bisa menjadi catatan buat semuanya agar lebih cermat dalam memilih lembaga bimbingan belajar, tapi bukan berarti semua bimbel yang ada di kota magelang seperti itu. saya rasa masih ada bimbel di kota magelang yang dengan biaya hemat tapi berkualaitas. dan ini memang bisa menjadi catatan untuk pengelola bimbel untuk terus meningkatkan mutu


Beri tanggapan

Your response:

Kategori