Saya tegaskan, ini hanya pandangan pribadi, bukan merupakan suatu hasil penelitian yang hasilnya benar-benar akurat, tulisan ini hanya merupakan saran, dan tambahan pengetahuan bagi anda.
Menurut pengamatan saya selama ini, saya menemukan fenomena yang cukup perlu saya angkat dalam blog ini terkait persiapan ujian nasional tahun ini. Tulisan ini terkait dengan guru yang mengajar di SMA Favorit dan SMA non-Favorit. Saya tegaskan kembali ini hanya pandangan pribadi, bukan merupakan suatu hasil penelitian yang hasilnya benar-benar akurat, tulisan ini hanya merupakan saran, dan tambahan pengetahuan bagi anda. Jika anda membaca tulisan ini dan mempunyai putra, putri, atau saudara yang akan masuk SMA pertimbangkan beberapa hal berikut ini:
1. Guru SMA Favorit
-
- Mereka cenderung santai dalam pembelajaran sehari-hari, namun akan banyak memberikan tugas bagi siswa-siswanya dengan alasan supaya siswanya belajar dirumah, dan mampu memahami soal-soal yang diberikan, terutama untuk guru yang mengampu jurusan Ilmu Alam.
- Memandang tinggi siswa, dengan alasan input yang sudah tinggi mereka menjadikan alasan ini sebagai landasan mereka untuk mengajar dengan tidak sepenuh hati karena terkadang mereka menjelaskan dengan bahasa yang terlalu tinggi, metode yang belum tentu semuanya mampu, dan berbagai hal yang lainnya. Sehingga mendorong siswanya untuk mengikuti bimbingan belajar diluar jam sekolah.
- Frekuensi ulangan harian yang tinggi, untuk mengukur kemampuan siswanya, namun saya rasa evaluasi ini masih sangat kurang menjalankan fungsinya. Seharusnya dengan banyaknya jumlah siswa yang remidi, kita dapat mengukur seperti apa kemampuan kita mengajar, jangan hanya melihat dari sisi siswa saja.
2. Guru SMA non-Favorit
· Mereka akan bekerja keras untuk membuat siswanya paham akan suatu materi pembelajaran, dan memberikan tugas namun tidak seperti guru-guru di SMA favorit.
· Mereka lebih perhatian kepada siswa, dan tidak terlalu memandang tinggi para siswa, sehingga mereka akan menjelaskan dengan sepenuh hati, bekerja keras untuk memberikan materi untuk siswanya, dan guru SMA non-Favorit terkadang lebih aktif mencari, memberikan, dan mensosialisaikan kepada siswanya tentang pelajaran tertentu.
· Frekuensi ulangan harian yang tidak terlalu tinggi, mereka sering kali hanyak akan mengadakan ulangan harian jika diperlukan saja, atau mungkin sebagai syarat administratif pembelajaran.
Dengan melihat beberapa contoh tersebut anda tentunya sudah mampu mempertimbangkan dimanakah putra, putri dan / atau saudara anda akan bersekolah, karena kalau salah memilih akan berakibat fatal bagi perkembangan siswa tersebut. Kalau menurut saya jika siswa anda itu pintar, ulet, tidak pantang menyerah dan rajin silahkan anda sarankah dia untuk masuk ke sekolah yang favorit. Namun jika dia ingin berkembang lebih baik dan tidak mempunyai cukup biaya untuk mengikuti lembaga bimbingan belajar, saya sarankan pilih sekolah dengan peringkat menengah atas ( 2 atau 3 dari 5 ) karena dengan sifat mereka yang seperti itu dipadukan dengan guru yang seperti saya sebutkan diatas tentunya akan lebih baik. Jika kemampuan hanya pas-pasan jangan pula memaksakan mereka untuk masuk kedalam sekolah favorit karena hanya akan menyiksa mereka setelah mereka berhasil masuk kedalamnya. Lebih baik ke sekolah yang mempunyai lingkungan yang baik dan juga mendukungnya untuk berkembang secara maksimal daripada mendapatkan sekolah favorit hanya karena ingin memperoleh prestise yang tinggi di masyarakat. Jangan pikirkan masalah prestise untuk masalah pendidikan. Saya rasa cukup sekian, semoga bermanfaat bagi anda.











bagus opininya
jangan memaksa anak tlu tinggi
akademik bukan satu2nya jalan menuju kesuksesan
buntut2nya yang ngidupin manusia itu bisnis
dipelajari dengan practice in daily life
…learning by doing…
smw depend on character from each person
klo suka bgt sm plajaran ya didukung penuh
tapi klo dia ga tlu suka, ya dibimbing beberapa jalan mnuju ksuksesan sambil sekolah di tempat yang pas dengan kemampuannya
spy dia tetap bisa ngidupin dirinya sendiri pas udah gede nanti
saya lulusan dari salah satu SMA favorit di Jogja
skolah ini berhasil mendidik muridnya sehingga dapat lulus 100% selama beberapa tahun berturut2
sudah 6 tahun saya rasa smuanya lulus 100%
Oleh: Via on 16 Januari 2009
at 21:01